Diklat Anjab & ABK pada BDK Makassar

11 12 2012

Keberhasilan pembangunan pada dasarnya adalah keberhasilan 3 (tiga) aspek yaitu kesejahteraan masyarakat, pelayanan publik dan performa politik. Khusus pada aspek pelayanan publik yang menjadi kunci utama keberhasilannya adalah profesionalitas dari sumber daya aparatur yang melayani masyarakat selain pelayanan dari pihak swasta. Dengan kata lain, sumber daya aparatur yang profesional akan menghasilkan kinerja organisasi yang efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penataan organisasi dalam organisasi pemerintah baik daerah maupun pemerintah pusat menjadi hal mutlak dalam mencapai tujuan organisasi. Perkembangan organisasi dan perubahan struktur dalam organisasi menyebabkan kebutuhan akan pegawai baru semakin meningkat. Sebelum organisasi melakukan seleksi terhadap pegawai yang akan menduduki jabatan yang baru, maka pimpinan organisasi perangkat daerah perlu mengetahui dan mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan apa saja yang akan dilakukan dan bagaimana pekerjaan dilakukan serta kualifikasi aparatur yang bagaimana yang layak menduduki pekerjaan atau jabatan  tersebut. Dalam hal ini, organisasi perlu menetapkan standar-standar pekerjaan dan kriteria keterampilan, pendidikan, dan pengalaman yang diperlukan.

Untuk mengetahui jenis pekerjaan, bagaimana melakukan pekerjaan dan siapa yang tepat untuk melakukan pekerjaan itu perlu dilakukan analisis terhadap pekerjaan itu sendiri yang disebut sebagai analisis jabatan (job analysis). Pelaksanaan Analisis Jabatan diamanahkan dalam Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 12 Tahun 2011. Dessler (1997), mengungkapkan bahwa analisis jabatan merupakan prosedur untuk menetapkan tugas dan tuntutan keterampilan dari suatu jabatan dan orang seperti apa yang akan melaksanakan pekerjaan tersebut.

Pengertian lain, Mathis dan Jakson (2000) mengartikan analisis pekerjaan sebahai berikut; A Systematic may to gather and analyze information about the content and the human requirements of jobs, and the context in which jobs are performed. (analisis jabatan merupakan cara sistematik untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi tentang isi dan personal yang dipersyaratkan dalam jabatan, dan dalam hubungannya dengan prestasi jabatan). Lebih lanjut, Mathis dan Jackson memisahkan antara jabatan (jobs) dan posisi (position). Jabatan, dalam pengertiannya adalah sekelompok tugas, kewajiban, dan tangggung jawab. Sedangkan posisi diartikan sebagai prestasi jabatan yang dilakukan oleh seseorang.

Informasi yang diperoleh dari analisis jabatan dapat digunakan untuk menentukan karakteristik apa yang harus dimiliki seseorang yang akan menduduki jabatan tertentu. Adapun hasil dari analisis jabatan tersebut dapat berupa deskripsi jabatan (job description) dan spesifikasi jabatan (job specification). Deskripsi jabatan adalah suatu pernyataan tertulis yang menguraikan fungsi, tugas-tugas, tanggung jawab, wewenang, kondisi kerja dan aspek-aspek pekerjaan tertentu lainnya. Sedangkan spesifikasi jabatan merupakan pernyataan tertulis yang menunjukkan siapa yang akan melakukan pekerjaan itu dan persyaratan yang diperlukan terutama menyangkut keterampilan, pengetahuan dan kemampuan individu.

Terdapat enam alasan penting mengapa analisis jabatan sangat diperlukan dalam sebuah organisasi :

  1. Organisasi baru dibentuk. Uraian jabatan pada hakikatnya sama pentingnya dengan alasan mengapa organisasi itu dibentuk.
  2. Pembentukan suatu pekerjaan baru. Alasan ini mengacu pada munculnya jenis pekerjaan yang baru dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan sebelumnya. Bila organisasi yang baru dibentuk tidak memunculkan jenis pekerjaan yang baru, maka uraian jabatan tidak perlu dilakukan.
  3. Pegawai tidak paham terhadap pekerjaannya. Ada sebagian pegawai, terutama yang baru diterima tidak memahami apa yang akan dikerjakannya nanti.
  4. Tumpang tindih dan konflik. Antara pegawai yang satu dengan yang lainnya seringkali melakukan pekerjaan yang sama meskipun mereka berada dalam bidang berbeda. Kondisi ini dapat mengakibatkan salah paham atau konflik terutama dalam hal pertanggungjawaban atas pekerjaan.
  5. Arus kerja tidak lancar. Dalam arus kerja, pekerjaan yang satu tentu berhubungan dengan pekerjaan yang lainnya.
  6. Sistem penggajian tidak konsisten. Uraian jabatan akan memberikan batasan-batasan terhadap pegawaiaan yang akan dilakukan. Semakin banyak jenis pekerjaan yang dilakukan tentu akan semakin besar kompensasi (gaji) yang diperoleh.

Sehubungan dengan hal di atas, Balai Diklat Keagamaan Makassar menganggap sangat penting untuk melakukan Analisis Jabatan dan analisis beban kerja di lingkup BDK Makassar dalam rangka penataan organisasi demi meningkatkan kinerja aparatur. Hasil dari Analisis Jabatan nantinya menjadi dasar dalam penataan kelembagaan, ketatalaksanaan dan kepegawaian yang lebih baik.


Actions

Information

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: